LINTAS WAKTU
Aku termangu di pelipis
pagi, tersadar dari buaian mimpi
Hati bergejolak tak
menentu, duhai engkau yang menggetarkan hati
Jarum jam meremas-remas
waktu dalam secangkir kopi yang menanti
Walau aksara belum
sempat terucap di bibir hitam, sehitam endapan kopi
Dalam secangkir rasa...
Getar yang merona merah
muda
Di setiap senyum yang
menikam tajam
Di semua santun manis
yang melelehkan kebekuan
Apakah itu tanda?
Rasanya aku ingin
menatap mata itu sekali lagi
Dalam pijar
bayang-bayang, tersimpan rapi di sudut naluri
Sebelum waktu menjauh
tanpa toleransi
Aku akan mengaitmu
dalam bingkai rasa tersembunyi
Meski hanya secangkir
rasa
Aku bahagia, karena
kita bisa saling mengenal
Komentar
Posting Komentar