Semburat Senja


Setiap luapan mutiara ini jatuh menemukanmu
Kulihat cahaya dalam pulpen karya di ujung darahku mengalir merdu
Menggores kata dari selembar rasa

Senja kemerahan tersipu malu di keheningan kalbu yang membisu
Kepada embun, fajar yang menyingsingkan senyum dari balik senja ia mengendap-endap.
Tersipu, kala bintang menaungi hati dengan cahaya dan sinar pengharapan yang terjerap.

Akankah kaki ini melangkah pergi??
Meninggalkan rasa bersama ketakutanku,menjadi satu diantara ribuan rahasia
Pada sepasang hati yang penasaran
Bahkan saat senja berganti ,nyanyian bahasa tak sempat terangkai dalam alunan suara
Membiarkan rasa bergejolak dalam aksara cinta, Bagaimana ini? Ini terlalu sulit dan sakit
Tak perduli bagaimana takdirku bergores darah, akhir harapanku telah di ukir hujan.
Aksara ini juga tak pernah bisa mengoyak relung batinmu
Di dadaku....lagunya adalah tentang kerahasiaan nan jauh

Wahai jiwa yang ku puja...
Tidakkah wujud tingkahku tanpa nada?
Merindukanmu tanpa lagu
Mencaci hati yang tak kunjung bersuara
Hanya menguap di senyapnya udara

Komentar